Minggu, 19 Oktober 2014

Road to Almamater (part 2)



18 Oktober  2014
                Pagi itu kami masih bermalas-malasan. Baik gua, Tikah atau Yuni. Padahal niat berangkat pagi-pagi, tapi posisi masih diatas kasur sambil nonton infotaiment tentang pernikahannya Raffi Ahmad sama Nagita. Dan ujung-ujungnya kita berangkat jam setengah sepuluh dari rumah Yuni. Untungnya di stasiun Tangerang udah ada kereta yang nangkring. Jam 10.45 WIB kereta berangkat menuju stasiun Duri.
                Di stasiun Duri, kita langsung beli karcis kereta ekonomi menuju RANGKASBITUNG. Konon katanya (99% sih bener) di sinilah aa’-nya Yuni sama aa’-nya(bercanda yang ini mah) gua berasal.
Skip!
Dan kami 3 semprul masih luntang lantung ora jelas. Hampir aja kita terperdaya sama bapak-bapak yang salah kasih informasi. Tapi untungnya ada bapak-bapah setengah baya yang baik hati ngasih tau ke jalan yang benar. Entah beliau ini utusannya siapa, kami ternyata salah peron! Hahahaha... untungnya belum ada kereta yang nongol. Dan kami nyeberang ke peron 2, gak lama kereta ke Rangkas tiba juga.
Sempat khawatir juga gak dapet tempat duduk di kereta. Soalnya dikarcisnya ada bacaan tidak ada tempat duduk, tapi nyatanya kami dapat tempat duduk tuh! Dan perjalanan menuju Rangkasbitung pun dimulai. Rangkasbitung, awal dari perjalanan menuju Lebak.
#nowplaying : Asparadiseku—
Jalan panjang menuju kemuliaan dipondok yang indah, pondok La Tansa
Terukir cerita di dalam detak hati jiwa
Yang takkan terlupakan, dan takkan pernah terhapuskan
Sepanjang perjalanan dikereta, kami berseda gurau seperti biasa, walaupun awalnya sempat tidur. Tapi sisa perjalanan kami habiskan dengan ngobrol. Tau sendiri kan gimana kalau cewek udah mulai ngobrol? Lebih banyak out of the box-nya dari pada topiknya sendiri. Walau perjalanan menuju Rangkasbitung terbilang gak kerasa, tapi tetap aja terasa.
Kami tiba di Rangkas sekitar pukul 15.30 WIB. Gak susah nyari angkot ke Gajrug, kami baru nanya-nanya harga buah aja udah ditarik-tarik supir angkot. Dan akhirnya gak jadi beli buah buat adik-adik tercinta kami nun jauh disana. Kami diajak ngebut naik angkot! Tapi gak apa-apa sih, biar cepet juga. Walaupun pusing dan ngantuk banget sepanjang perjalanan menuju Cipanas, gara-gara ngebut ituuu.
Kurang lebih satu jam setengah perjalanan kami menuju Cipanas. Saking kere-nya kami 3 semprul, ongkos angkor yang harusnya 15 ribu, jadi 10 ribu! Padahal mamang angkotnya udah berbaik hati ngasih harga 12 ribu. Tapi si Tikah udah nawar 10 ribu, alasannya sih harga pelajar. Rada kasihan, tapi kasihan kantong gua juga sih. Entah tuh mamang-mamang angkot ikhlas apa enggak, yang jelas kami hanya bisa ber-husnudzon aja, iya gak?
Persahabatan Insan yang layaknya karang
Yang tetap tegar walau diterpa ombak
Kami pun mulai laffar...
Kami 3 semprul mampir disalah satu rumah makan, beli pecel ayam ceritanya mah. Dan ditengah penantian, tiba-tiba hujan deras. Sempat terharu juga liat hujan di Lebak. Selama gua tinggal sebulan di Jakarta, baru sekali ngedenger suara hujan. Ahahahaha...
Selesai makan, Yuni mau beli kartu sim dulu buat ponselnya. Tapi ujung-ujungnya malah gak bisa dipake. Inilah hal yang paling ekstrim yang terjadi pada hari itu. Gua, Yuni dan Tikah jalan dari Cipanas ke La Tansa. Karena suasana emang udah mau malem ditambah mendung, jalanan jadi benar-benar gelap gulita. Kalau gak ada cahaya dari kendaraan yang lewat, jalanan benar-benar gelap gulita.
Tapi yang patut disyukuri, kami 3 semprul bukan orang yang parno-an. Gak kebayang deh kalo kami bener-bener paranoid, tuh jalan udah rame sama warga gara-gara kampung mereka kedatangan orang utan nyasar, ahahahaha. Ini saking ngiritnya nih, sampai-sampai tukang ojek yang nawarin kami dengan bayaran seikhlasnya aja ditolak! Ini berani, nekat, ngirit kelewat pelit juga kali yah? Ahahahaha....
Jalan ditengah jalan sambil ngikuin garis putih. Sampai kami ditegur para pengguna jalan gara-gara ngalangin jalan mereka. Lagian mau gimana lagi? Jalanan bener-bener gelap kalau gak ada kendaraan yang lewat, terpaksa dong ngikutin garis putih ditengah jalan yang warnanya rada nyala gitu. Dan ini bener-bener nyat, tanpa rekayasa kalau kami jalan dari Cipanas ke La Tansa.
Kumpulan mutiara yang slalu bersatu
Tuk Pantulkan cahaya hangat sang mentari
Luar biasa. Syukur Alhamdulillah akhirnya kami berhsil mendaki gunung dan lewati lembah sampai ke almamater tercinta. Ada rasa rindu yang mencekam(ahahaha.... lebay banget ah si cidep) begitu memasuki gerbang. Kami langsung menuju AW dan ketemu sama sobat Asparadise lainnya, dan yang pasti gak ketinggalan curcol kalau kita jalan dari Cipanas gelap-gelapan. Dan semuanya langsung menyambut kmi dengan antusias, benar-benar Super, hihiihihi...
Setelah menunaikan sholat Isya di musholla, kami ikut ngumpul para alumni di Jeddah. Anak Aspardise banyak juga yang dateng, lumayan banyak lah. Selesai perkumpuln kecil-kecilan tadi, kami bersiap untuk hidangan utama. Oh,ya! Dari awal gua belom cerita maksud dantujuan kami ke La Tansa yah? Hihihihi
Niha’i show. Semacam pentas seni kelas 6 atau 3 SMA yang rutin diadakan setiap tahunnya. Tanggal 17 kemarin yang putri, dan 18-nya yang putra. Walaupun 3 semprul dan beberapa sobat Asparadise lainnya banyak yang gak nonton Nihai’i putri, tapi kami masih bisa menikmati Niha’i putra kan?
Yep, perjuangan kami gak sia-sia sampai di tempat tujuan ini. Gua punya adek-adekan kelas 6 putra maupu putri,ahahaha. Dan yang gua tonton itu cuma penampilan yang putra aja. Kan yang putri gua , Yuni sama Tikah kan ketinggalan kereta, rada miris juga sih. Penampilan Niha’i adik kelas kami ini cukup luar biasa, tapi kurang afdhol rasanya kalau hanya melihat penampilan yang putra saja, ya kan?
Sayangnya pada hari itu gua gak ketemu adek-adekan gua, yang cowok masih di atas panggung sambil evaluasi. Yang cewek mungkin ngurusin PELANGI. Yang jelas malam itu gua gak ketemu kedua adek-adekan gua(kalau adek ipar sih ketemu, ahahahahaha), gak ketemu anak KKR 27, maupun anak ALIEM. Tapi gak sengaja juga ketemu sama seseorang yang gak pengen gua liat tapi pengen di liat. Orangnya kasep pisan euy! Tapi bukan Qori’ pas Niha’i putra malam itu, lho! Owallaaa... tadi kan gua lagi ngomongin trip menuju almamater yak? Kok malah ke kasep-kasep sih?ahahahaha....
Hamparan alam dan jalanan berliku
Terik matahari dan derasnya hujan
Jadi saksi angkatan du puluh satu
Yang kan mewarnai hidup walau hari tak cerah
Hingga akhir waktu yang kan memisahkan alam kita slamanya
And in the end we will meet together in the eternity
Asparadise-ku
Itu lagu karya salah dua sobat Asparadise kita nih! Keadaannya pas banget kayak 3 semprul waktu mau ke almamater. Hamparan alam dan jalana berliku, terik matahari dan derasnya hujan. Keadaan yang bener-benr mirip! Mungkin saat itu pajeng lagi mau ke La Tansa dari Jakarta. Pertamanya panas, trus tiba-tiba hujan! Yah, itu mungkin, hanya Allah dan pajenglah yang tau, betul? Betul? Betul? *ala upin ipin*

Road to Almamater (part 1)




17 oktober 2014( Edisi Formal )
 


“Dan seperti biasa kami pun terlunta-lunta pada akhirnya”
                Perjalanan dimulai pukul 16.30 WIB. Kami melakukan perjalanan menuju stasiun Buaran menuju stasiun Duri. Rencananya, kami akan pergi ke almamater tercinta yang letaknya amat jauh dari hiruk pikuknya perkotaan.
Pondok Pesantren La Tansa...
Terkadang aku merasa heran dengan orang-orang yang tidak pernah mendengar nama ini. Tapi sudahlah, opini orang-orang memang tidak terlalu penting. Bahkan beberapa orang ada yang meremehkan perjalanan kami ini. Katanya sih hanya membuang waktu, tenaga dan uang. Memang, untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, diperlukan sebuah perjuangan dan pengorbanan, bukan begitu?
Dan di stasiun Tanah Abang kami bersua. Bingung untuk melanjutkan perjalanan menuju Rangkasbitung yang kala itu waktu menunjukkan pukul  17.30 WIB. Kami terlambat menaiki kereta. Hanya tujuan Maja saja, itupun masih satu setengah jam lagi. Kereta menuju Maja datang pukul 19.00 WIB, menurut petugas yang berjaga disana.
“Dan seperti biasa kami pun terlunta-lunta”
Dengan segala perasaan bimbang yang ada, kami duduk menunggu kereta jurusan Maja datang. Kami berusaha mendapatkan informasi dari orang-orang terdekat. Dan sampailah kami pada sebuah keputusan.
Tangerang...
Kami kembali bertanya pada petugas perihal keberangkatan kereta menuju stasiun Duri. Untunglah saat itu kami bergerak cepat, terlambat satu menit saja bisa memperparah keadaan. Kami naik ke dalam kereta tujuan stasiun Duri. Dilanjut dengan transit menuju kereta arah stasiun Tangerang. Kami semua dapat tempat duduk, perlahan pikiran kami mulai tenang. Dan rencana perjalanan menuju almamater tercinta pada hari itu pun batal. Kami terpaksa harus bermalam di Tangerang, dirumah salah satu dari kami bertiga.
“Kami masih terlunta-lunta”
Tangerang. Kami tidak menyangka berada dalam salah satu angkot yang berada di kota Tangerang. Gurauan-gurauan kami tetap terasa menyenangkan. Kami bergurau bahwa saat itu sudah berada di Rangkasbitung. Mungkin supir angkot yang kami tumpangi sedikit heran dengan pembicaraan kami yang ngelindur. “Di Rangkas ada Giant loh!”, “Dirangkas kok ramai yah?”
Gang Daido...
Kami berjalan menyusuri gang berliku dengan penerangan yang sangat minim. Sambil sesekali menyeruput minuman yang kami beli. Kami masih bisa bersenda gurau sampai akhirnya ada suara menyalak yang terdengar dari salah satu rumah warga. Anjing rupanya.
“Anjing!!!!”
Kami berlari sekuat tenaga. Minuman yang aku pegang sampai terlepar entah kemana. Mungkin karena kami terlalu kaget karena mendengar suara anjing menyalak tiba-tiba. Ternyata anjing galak itu tidak mengejar, hanya menggertak saja. Dan kami pun tertawa saat sudah merasa aman. Perjalanan yang sebenarnya cukup menyedihkan.
Tapi ini tidak menyedihkan. Melainkan sebuah pengalaman unik yang sangat mendebarkan sekaligus menyenangkan. Mungkin kami memang sedikit kecewa karena batal menuju almamater pada hari itu, tapi semua terhapus dengan pengalama unik ini. Toh pada akhirnya kami pergi kesana juga, meski bukan hari itu.
Pengalaman bukanlah sesuatu yang dapat dibeli dengan mudah.Dan untuk mendapatkan pengalaman tak terlupakan dibutuhkan alat tukar yang mahal. Kami mendapat pengalaman menyenangkan seperti ini, walaupun bayarannya adalah batalnya pergi ke almamater. Tapi kami tak menyesal, toh kami juga dapat mengambil hikmah dari segala kejadian. Kami jadi lebih bisa menghargai waktu bukan? Dengan pengalaman seperti ini kita bisa jadi orang yang disiplin dan bertanggung jawab.
Bukan begitu?
Tapi...
“Kami ( 3 semprul-semprulan ) masih akan terus terlunta-lunta—“

Kamis, 14 Agustus 2014

Ngerem aja kayak Ayam, gak capek bu??

Haaai!!!
Udah lama nih gak nulis-nulis di blog! hehehe....
Dan sekarang gua lagi ngumpul sama sahabat gua. Yup!! mereka adalah Yuni Dyah Firanti dan Atikah. Padahal, tadinya gua punya rencana buat jalan sama sahabat gua yang lain, si Janu looh!!! :) hehehe....
Tapi malah ujung-ujungnya malah stuck dirumah mbak Unn, hehehe...
Oh ya! Udah lama juga nih gua gak hang out bareng sahabat gua. Setelah kemaren-kemaren sibuk ngurusin persiapan buat kuliah, akhirnya sekarang bisa napas dulu. Ahahaha....
Sebenerya sih gua bingung mau nulis apa, biar rame ajah gitu, ahahaha...
Lhaa???? gua banyak ketawa yak?!
Gak apa laaah.... biar sehat :)
Rencananya, hari sabtu nanti gua sama dua orang tadi bakal jalan, tapi gak tau mau kemana, rencana sih mau ke UHAMKA, mau hunting sekalian survei.

Oh ya!!! Readers tau kan sekarang hari apa???
Tepatnya tanggal 14 Agustus!!! It's scout day!!!
ahaha... mau curcol sedikit, tadi di BBM gua, pas gua liat RU, my motivator bikin Pm yang sama, ahahaha.... jadi jungkir-jungkir sendiri!
Jiaaaah!!!!
okee, it;s enough guys! the time for loging out
See you in the next story! :)

Minggu, 13 Juli 2014

tulisan gue...

hahaha....mungkin dibilang sedih juga enggak, marah? mungkin gak yahh???
yang jelas nyesek banget dihati, waktu tau tulisan-tulisan gua hilang setengah!
dan yang hilang itu, tulisa yang belum sempet gua posting!!
my gosh!!!
yah, tapi gak apa lah...
jadi pelajaran juga biar kedepannya selalu hati-hati, ya gak???

Jumat, 11 Juli 2014

APA KABAR GAZA HARI INI?

Apa kabar Gaza hari ini?
Gua cuma bisa berdo’a semoga para mujahid-mujahid disana bisa terus beristiqomah dijalan Allah SWT. Kekejaman para zionis kaum Israel benar-benar tidak bisa ditoleransi lagi!
Seperti yang dikupas dari viva.co.id bahwa Israel siap gempur Hamas.
 Berikut tinjauan beritanya
VIVAnews - Situasi di Palestina semakin memanas. Kecaman pun datang kepada Israel dari seluruh dunia, karena serangan mereka menyebabkan warga sipil Palestina menjadi korban.

Walaupun kecaman datang dari seluruh dunia, namun tampaknya Israel enggan untuk mengendurkan serangannya kepada Hamas. Bahkan, setelah hari keempat tanda-tanda pengurangan serangan tidak terdengar.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dilansir Reuters, Sabtu 12 Juli 2014, mengungkapkan pihaknya mengkaji semua opsi dan mempersiapkan segala kemungkinan. Termasuk, didalamnya opsi penyerangan via jalur darat, setelah selama ini selalu melakukan serangan melalui jalur udara.

Benyamin juga menegaskan sikap negaranya tidak akan berubah mengenai Hamas.  "Tidak ada tekanan internasional yang bisa mencegah kita mengerahkan seluruh kekuatan," katanya.

Petugas medis di Gaza mengatakan, sedikitnya ada 75 warga sipil dan 23 di antaranya adalah anak-anak menjadi bagian dari 106 orang yang tewas dalam pengeboman udara Israel mulai Selasa. Angka ini, juga sudah termasuk mereka yang tewas pada hari Jumat sebanyak 12 orang.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, sudah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memerintahkan terjadinya gencatan senjata sesegera mungkin.

Seperti yang dilansir Reuters, komandan militer Israel, Letnan Jenderal Benny Gantz, mengatakan bahwa pasukannya siap untuk bertindak sesuai kebutuhan. Ia mengungkapkan, pihaknya siap untuk mengirim tank-tank dan pasukan darat lainnya seperti yang pernah mereka lakukan pada awal 2009. (asp)

Semoga Allah selalu memberi ketabahan untuk para mujahid-mujahid disana, aamiiin......

Kamis, 10 Juli 2014

semua akan indah pada waktunya...
gua gak tau apa yang bener-bener lagi dirasa sekarang, yang jelas gua lagi harap-harap cemas sama hasil SBMPTN sama USM STAN, ya Allah...
Bismillah, semoga bisa Allah ngasih hasil yang terbaik buat hambanya, aamiiin... :)
Dear... gua pengen banget nyenengin orang tua gua, siapa sih yang gakmau? nyenengin orang tuanya? ya gak?
hahaha....
wish me luck, dear... :)

Minggu, 06 Juli 2014


Add caption


Add caption


Add caption

#unni'sday #14june14 #mybestie
happy birthday kawan...!!!semoga diberkahi umurnya ;)